Senin, 17 Oktober 2011

Pelayanan Kreatif, Menjawab Tantangan Gereja Indonesia Masa Kini

Mianto Nugroho Agung

Tantangan Gereja di Indonesia Masa Kini

Jika harus membagi, tantangan gereja di Indonesia masa kini adalah yang berasal/bersifat internal dan eksternal. 
1. Secara internal, gereja dihadapkan kepada persoalan pokok seperti 
  • a) organisasi pemerintahan gereja yang rentan konflik, 
  • b) manajemen pelayanan gereja yang tidak/kurang 'profesional', 
  • c) sistem kaderisasi yang lemah, 
  • d) konsolidasi yang tidak/kurang  intensif, 
  • f) bergesernya motif keberagamaan jemaat pada umumnya, dan 
  • g) tafsir yang tidak kontekstual dan implemetasi firman Tuhan yang tidak efektif. 
2. Secara eksternal gereja di Indonesia dihadapkan pada persoalan pokok seperti 
  • a) ketidakjelasan produk hukum formal negara dalam kehidupan beragama, 
  • b) pola relasional antargereja yang cenderung kontraproduktif, 
  • c) lack of education rata-rata pemeluk agama di Indonesia, 
  • d) ketidakhadiran negara dalam problem kehidupan agama-agama di Indonesia, 
  • e) paradoks 'sumbu pendek' massa dan hebatnya strategi provokasi dan terror fundamentalis, 
  • f) berkurangnya wibawa agama-agama di dunia.

Pelayanan Kreatif

Pelayanan Kreatif merupakan alternatif solusi yang mengandaikan dua hal, yaitu: a) asset internal gereja cukup memadai untuk didayagunakan guna mengatasi berbagai tantangan tersebut dan b) asset eksternal nyata-nyata tidak signifikan lagi didayagunakan meski telah dilakukan penyesuaian, rekayasa, dan pengembangan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Secara historis, gereja pernah menyandarkan diri pada asset eksternal namun ternyata tidak cukup membantu mengatasi tantangan. Misalnya, ketika gereja menjadi agama negara, ketika teologi mengsubordinasi filsafat, ketika gereja sangat mengandalkan anasir eksternal (partai, perusahaan, orang kaya, dll.). Meski asset eksternal tidak harus ditinggalkan sepenuhnya, namun menggantungkan diri kepadanya akan sangat riskan. Relasi yang terlalu akrab dengan asset eksternal akan rawan mengundang tuduhan miring terhadap gereja. Berbeda jika usaha menjawab tantangan itu dilakuakn dengan eksplorasi, reaktulaisasi, dan empowering asset internal. Saat tujuan tercapai pasti tidak akan mengundang penilaian-penilaian sumir. 
Mengacu pengertian 'pelayanan' dan 'kratif/kreatifitas', Pelayanan Kreatif dimaksudkan sebagai "usaha memberikan bantuan untuk mereka yang kurang mampu atau tidak mampu dengancara-cara yang kurang bahkan tidak tradisional/konvensional". Misalnya, jika dahulu kotbah selalu monolog, kini harus interaktif, jika dulu tugas misi selalu dibebankan kepada misionaris (rohaniwan) kini harus menjadi tanggung jawab bersama warga gereja, jika dulu pendetasentris dalam kehidupan jemaat kini harus berubah, jika dulu gereja sekadra sebagai pusat aktivitas kerohanian Kristen kini harus menjadi pusat-pusat kerohanian plus-plus, dan lain-lain.
Gereja-gereja harus duduk bersama mendiskusikan dan memutuskan untuk menerapkan Pelayanan Kreatif dalam kehidupan mereka secara bersama-sama dan serentak. Ibarat membasmi wereng, jika tidak serentak maka wereng hanya berpindah-pindah tempat saja. Problem  gereja di Indonesia masa kini dan ke depan sangat kompleks, berat, dan tak terduga. Dibutuhkan konsolidasi stake holder-nya agar kinerja mereka menguat dan membaik tidak saja secara rohani namun juga secara lainnya.
Pelayanan Kreatif menuntut dan mengharuskan terjadinya perubahan mental, sikap, dan perilaku serta tradisi yang kontraproduktif. Artinya, atribut gereja yang memberati laju transformasi gereja harus berubah/diubah. Gereja yang menganggap Sekolah Minggu adalah pelayanan sampingan, rasio rohaniwan dan jemaat awam rendah, mekanisme akuntabilitas dan responsibilitas tertutup, mengabdi pada liturgi dan doktrin apalagi mitos secara buta, dan lain-lain adalah gereja-gereja yang tertutup bagi implementasi Pelayanan Kreatif. Gereja-geraja demikian harus menjalani transformasi (kurang lebih lahir barulah) agar tidak terkungkung oleh anggapan kemapanannya sendiri, membuang kaca mata kudanya, menguak tempurung persembunyiannya, baru kemudian menginderai hal-hal baru yang telah menjadi setting hidupnya. Gereja harus senantias segar agar cukup energi menjalani kehidupannya secara baru dan pelayana kreatif mendapatkan tempat yang sesuai.

Nah, pertanyaan untuk kita pecahkan segera adalah: 
  1. Apa saja bentuk-bentuk (contoh-contoh) konkret yang bisa kita identifikasi dari masing-masing tantangan internal dan eksternal di atas?
  2. Bagaimana cara melakukan perubahan mental, sikap, dan perilaku serta tradisi gereja yang kontraproduktif bagi implementasi Pelayanan Kreatif?
  3. Bagaimana cara mentransformasi gereja. agar tidak terkungkung oleh anggapan kemapanannya sendiri dan melalui transformasi itu bisa menghasilkan gereja yang membuang kaca mata kudanya, menguak tempurung persembunyiannya, baru kemudian menginderai hal-hal baru yang telah menjadi setting hidupnya?
  4. Akhirnya, untuk menunjukkan keseriusan kita, buatlah 'PROPOSAL PELAYANAN KREATIF' yang sangat mungkin dijalankan di gereja Anda.

7 komentar:

  1. Oleh :Hendriyono
    Nah, pertanyaan untuk kita pecahkan segera adalah:

    1.Apa saja bentuk-bentuk (contoh-contoh) konkret yang bisa kita identifikasi dari masing-masing tantangan internal dan eksternal di atas?
    Masalah konkret yang dapat kita identifikasi dari masing-masing tantangan internal dan eksternal gereja.
    a.Tantangan internal
    -Ketidak sehatian dalam pelayanan.
    -Kesalahan dalam pengelolaan uang gereja
    -sistem atau tata gereja yang tidak/kerang jelas.
    -konsolidasi yang tidak/kurang intensif.
    -pelayanan yang tidak kontekstual.
    -Kurangnya komunikasi antar jemaat dan hamba Tuhan atau jemaat dengan jemaat atau hamba Tuhan dengan anggota rohaniawan.
    b.Tantangan internal:
    -Kurang/tidak tegasnya hukum di Indonesia.
    -Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap agama.
    -Berkurangnya wibawa agama karena pertikaian-pertikaian.
    -Banyaknya terro dan konflik yang mengatas namakan agama.
    -Ketidak hadiran Negara dalam problem kehidupan agama-agama.

    2.Bagaimana cara melakukan perubahan mental, sikap, dan perilaku serta tradisi gereja yang kontraproduktif bagi implementasi Pelayanan Kreatif? Gereja harus bersifat terbuka dan bersedia untuk melihat hal-hal baru, supaya gereja tidak menjadi gereja yang monoton/mati, tetapi gereja yang selalu segar, berkembang dan aktif, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, namun tidak menyimpang atau meninggalkan firman Tuhan sebagai dasar iman kristen. Jika gereja bersifat terbuka terhadap hal-hal diluarnya, saya yakin itu akan mengubah mental, sikap, dan prilaku serta tradisi gereja yang kontraproduktif bagi implementasi pelayanan kreatif.

    3.Bagaimana cara mentransformasi gereja. agar tidak terkungkung oleh anggapan kemapanannya sendiri dan melalui transformasi itu bisa menghasilkan gereja yang membuang kaca mata kudanya, menguak tempurung persembunyiannya, baru kemudian menginderai hal-hal baru yang telah menjadi setting hidupnya?
    Gereja harus sadar, bahwa gereja tidak hanya berurusan dengan doktrin atau hanya berurusan dengan Tuhan serta keselamatan diakhirat saja. Tetapi bagaimana gereja juga harus melihat kenyataan pergumulan yang sedang melanda manusia saat ini. Yang terpenting juga ialah panggilan gereja bukan semata untuk gereja itu sendiri, tetapi untuk dunia ini (untuk semua manusia). Jika kita menyadari hal ini, maka seharusnya kita terbuka terhadap hal-hal disekitar kita. Bukan hanya yang bersifat gerejawi, namun juga masalah-masalah social. Sesungguhnya gereja dapa melakukan banyak hal diluarnya bagi masyarakat. Namun gereja sering mengisolasi diri dari masalah-masalah disekitarnya. Kalau kita melihat Yesus, Ia adalah sosok yang sangat bersifat sosialis. Gereja sebenarnya tahu itu. Namun kenapa gereja sering mengungkung diri. Salah satunya ialah gereja tidak mau terbuka terhadap dunia luar dan tidak mau keluar dari zona nyamannya. Seharusnya gereja bersifat terbuka dan sensitif terhadap lingkungan sekitarnya atau terhadap keadaan dunia ini pada umumnya.

    4.Akhirnya, untuk menunjukkan keseriusan kita, buatlah 'PROPOSAL PELAYANAN KREATIF' yang sangat mungkin dijalankan di gereja Anda.

    proposal menyusul.

    BalasHapus
  2. oleh :Hendryono

    PROPOSAL PELAYANAN KREATIF
    PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR GIA KARYA KASIH
    Jl. Cempaka Putih 2097, Jakarta pusat
    telp 021-6432270, fax 024-6921440

    1.Latar belakang
    Sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi kami serta bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, kami bermaksud untuk mengadakan Bimbingan Belajar bagi anak-anak sekolah dasar (SD) khususnya di kelurahan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
    Program ini dimaksudkan untuk dapat membantu anak-anak kita yang mengalami kesulitan dalam belajar, kesulitan dalam ekonomi, serta untuk memaksimalkan waktu belajar dan potensi anak.
    Banyak anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, kurangnya bimbingan dan perhatian, serta tidak maksimalnya waktu belajar anak, menjadi sebuah keprihatinan bagi kami. Oleh sebab itu, melalui program ini kami berharap supaya dapat membantu anak-anak.

    2.Sasaran
    Bimbingan belajar ini diperuntukan bagi siswa sekolah dasar (SD) kelas 1-6 di kelurahan Cempaka Putih dan sekitarnya. Namun jika ada dari kelurah lain yang ingin bergabung, kami menyambut dengan penuh sukacita.

    3.Tujuan
    -Untuk membantu anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.
    -Membantu anak yang kurang mampu, baik secara ekonomi, mau pun kognitif, untuk mendapatkan bimbingan khusus.
    -Memaksimalkan waktu belajar anak dan mengembangkan potensi anak.

    4.Jangka waktu
    Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

    5.Tempat pelaksanaan
    Kegiatan Bimbingan Belajar ini akan dilaksanakan bertempat di aula gracia Karya Kasi, jl. Cempaka Putih 2097 Jakarta pusat.

    6.Waktu pertemuan
    Pertemuan akan diadakan setiap hari senin-sabtu, pukul 15.00-17.00 Wib.

    7.Pelaksana
    Program bimbingan belajar ini dilaksanakan oleh GIA Karya Kasih dan seluruh kegiatannya juga sepenuhnya akan ditangani oleh GIA Karya Kasih termasuk tenaga pengajarnya.

    8.Mata pelajaran
    Ada pun beberapa mata pelajaran yang akan kami ajarkan yaitu:
    -Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
    -Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
    -Matematika
    -Bahasa Indonesia
    -Bahasa Inggris
    -Bahasa jawa
    -Komputer
    -Kesenian (vokal dan gitar).

    9.Administrasi
    Bimbingan belajar ini tidak memungut biaya dari siswa. Namun bila ada orang tua siswa yang ingin berpartisipasi, kami akan mempertanggungjawabkan kepercayaan bapak/ibu.

    10.Struktur kepengurusan
    Penanggung jawab: GIA KARYA KASIH
    Pembina : Houmi Yhan
    Ketua : Syun jin
    Wakil ketua : Anita
    Sekretaris : Jesica Yeny
    Bendahara : Darmaria Chin
    Seksi :
    -Perlengkapan : Elis Setiawan
    -Usaha dana : Agung Damianto

    11.Penutup
    Demikianlah rincian kegiatan Bimbingan Belajar, yang akan kami laksanakan. Besar harapan kami kepada bapak/ibu, untuk turut mendukung dan berpartisipasi dalam rangka membangun masyrakat dan anak-anak di tempat ini. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak kita, serta dapat membantu dalam mempersiapkan masa depan mereka. Atas dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih.

    BalasHapus
  3. Terima kasih, Hendry, jawabannya. Selamat berproses kreatif dalam pelayanan Anda. GBU.

    BalasHapus
  4. Nama: Petrus Purnomo
    NIM: 093100856/TH

    1. Apa saja bentuk-bentuk (contoh-contoh) konkret yang bisa kita identifikasi dari masing-masing tantangan internal dan eksternal di atas?
    Answer:
    Yang dapat kita identifikasi ialah permasalahan
    Secara internal, gereja dihadapkan kepada persoalan pokok seperti
    a. Adanya bermacam-macam denominasi gereja,
    b. Jadwal pelayanan yang kacau,
    c. Tidak adanya tenaga baru dalam pelayanan.
    d. Jemaat dating kegereja dengan motifasi yang salah,
    e. Khotbah yang terlalu vertical atau sebaliknya.

    Secara eksternal gereja di Indonesia dihadapkan pada persoalan pokok seperti
    a. Kurang adanya keamanan ,
    b. Gereja yang saling berebut jemaat,
    c. Adanya terror,


    2. Bagaimana cara melakukan perubahan mental, sikap, dan perilaku serta tradisi gereja yang kontraproduktif bagi implementasi Pelayanan Kreatif?
    Answer:
    • Untuk menjawab pertanyaan ini kita dapat melihat dari dua permasalahan, yaitu permasalahan internal dan eksternal dan tentunya untuk merubah sikap dan perilaku juga berbeda. Yang pertama kita dapat melakukan perubahan dari permsalahan internal. Permasalahan internal yang dihadapi ialah organisasi pemerintahan gereja yang rentan konflik, manajemen pelayanan gereja yang tidak/kurang 'profesional', sistem kaderisasi yang lemah, konsolidasi yang tidak/kurang intensif, bergesernya motif keberagamaan jemaat pada umumnya, dan tafsir yang tidak kontekstual dan implemetasi firman Tuhan yang tidak efektif. Permasalahan internal digereja ini dapat dikatakan sangat kompleks mulai dari pemerintahan gereja sampai masalah motifasi jemaat. Untuk melakukan perubahan mental, sikap dan perilaku ini sangat sulit. Namun kita dapat mengusahakan dengan beberapa perubahan saran dan nasihat.
    Kalau kita melihat dari permasalahan, saya menyangka ada perbedaan teologi didalamnya dan lemahnya pendidikan serta tidak adanya hubungan atau kerja sama yang baik. Begitu juga dari sisi jemaat kita dapa melihat motivasi yang beragam. Sekarang kita tahu penyebab dari permasalahan ini oleh karenanya Kita dapat melakukan perubahan sikap dengan adanya menyatukan teologi/kesepakatan pengajaran (pendeta lebih dari satu orang), pengajaran yang jelas, kerja sama yang baik, saling pengertian, dan tetap berpegang teguh pada tugas yang diberikan Tuhan. Perlu juga kesadaran akan pentingnya hidup berorganisasi. Dan hidup rukun bersama sebagai manusia yang sama-sama diciptakan Tuhan.
    3. Bagaimana cara mentransformasi gereja. agar tidak terkungkung oleh anggapan kemapanannya sendiri dan melalui transformasi itu bisa menghasilkan gereja yang membuang kaca mata kudanya, menguak tempurung persembunyiannya, baru kemudian menginderai hal-hal baru yang telah menjadi setting hidupnya?
    Answer:
    Kita harus melihat atau kembali kepada motifasi kita dalam pelayanan. Di dalam Matius 16:24-25 Tuhan Yesus langsung mengungkapkan kepada semua bahwa untuk menjadi murid Tuhan Yesus, motivasinya bukan untuk mencari kenyamanan, tetapi mendapatkan keselamatan, karena jika kita menjadi murid hanya untuk sebuah kenyamanan, maka kita malahan kehilangan nyawa kita. Ini benar, karena Tuhan Yesus-pun di dunia ini tidak pernah mencari kesenangan dan kenyamanan, walaupun jika Dia mengalami sesuatu yang menyenangkan dan membuat Dia nyaman, Dia tidak akan menolaknya, tetapi ini bukanlah motivasinya mengemban misi. Di mana-mana selalu ada pengorbanan dan penderitaan atau sesuatu yang menyebabkan kita menderita, jika kita menolak, maka kita akan terus terkungkung dalam lobang tiada tanpa dasar. Transformasi ini harus berupa motifasi yang benar.

    4. Akhirnya, untuk menunjukkan keseriusan kita, buatlah 'PROPOSAL PELAYANAN KREATIF' yang sangat mungkin dijalankan di gereja Anda.
    Answer: menyusul

    BalasHapus
  5. Nama: Petrus Purnomo
    NIM: 093100856








    PROPOSAL
    PENGEMBANGAN GEREJA




    PENGAJUAN PROGRAM GEREJA
    SEMARANG – JAWA TENGAH
    OKTOBER 2011



    BAB I
    Pendahuluan
    Gereja yang terdiri dari suatu komunitas yang dipercaya Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia, kini belum terwujud karena banyak yang pelayanannya kurang atau tidak Holistik. Gereja hanya pelayanan kepada Tuhan melulu sehingga gereja menjadi gereja yang tidak berdampak dalam masyarakat. Hal-hal seperti ini dapat kita lihat digereja-gereja saat ini, meski tidak semua tetapi kebanyakan demikian. Gereja telah melupakan tiga tugas gereja, didunia. Gereja menjadi kurang respon terhadap keadaan yang semakin buruk, seperti kemiskinan dan yang lain-lain. Ketidakberdampaan gereja ini banyak penyebabnya, mungkin salah satunya hermeneutika pemimpin gereja (pendeta), yang terlalu vertical. Sehingga kurang memperhatikan lingkungan sekitar dan dapat dikatakan tidak berdampak.

    BAB II
    Kegiatan
    A. Tujuan Dan Sasaran/peserta kegiatan
    Tujuan dari proposal ini ialah penawaran jalan keluar terhadap gereja, dimana gereja kurang berdampak, sehingga sangat lambat berkembang. Hal ini juga bertujuan untuk membuka mata gereja terhadap keadaan yang nyata, atau yang menjadi tugas gereja. Untuk gereja dapat menjadi terang dan garam dunia, gereja harus kreatif, dalam melihat situasi dan kondisi masyarakat tentunya juga harus bisa menjadi komunikasi yang aktif, atau dapat dikatakan gereja menjadi Ibu bagi masyarakat. Keterlibatan gereja akan memberi dampak yang positif didalam masyarakat. Disini yang menjadi sasaran ialah masyarakat tidakterkecuali, dapat anak-anak sampai orang tua. Mereka adalah obyek dimana gereja yang ditugaskan kepada mereka harus benar-benar konsisten dalam panggilannya. Dengan demikian gereja dapat menjadi gereja yang berdampak dan terlebih menjadi apa yang dimau Yesus dari gereja-Nya.
    B. Tema dan Jenis Kegiatan
    Dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat yang kebanyakan non_Kristen. Kita dapat mengadakan kegiatan yang bersifat umum, dapat berupa penjalinan kerjasama, kerukunan, solidaritas, membangun masyarakat yang efektif. Dan kegiatan yang dapat diadakan pengobatan gratis, pendidikan gratis, memberikan sumbangan dana kepada janda dan pakir miskin, pelatihan dalam bidang pertanian, serta membuka lapangan pekerjaan untuk memberdayakan masyarakat.
    BAB III
    Waktu dan Tempat Pelaksanaan
    waktu pelaksanaan akan ditetapkan seperti tabel dibawah ini. Mengenai pelaksanaan kita dapat menggunakan gedung gereja (jika memungkinkan), namun kita dapat memakai gedung-gedung pertemuan atau lapangan yang biasa dipakai oleh masyarakat untuk mengadakan kegiatan.

    BAB IV
    Anggaran Dana
    Dana yang dibutuhkan pastinya cukup banyak karena membutuhkan para ahli juga untuk melakukan, baik ahli kesehatan (Dokter), atau yang lain sebaginya. Dana ini dapat diperoleh dari jemaat sendiri atau sponsor.
    Berikut tabel sederhana untuk menghitung dana, waktu, jenis kegiatan, dan tempat pelaksanaan. Kita lihat pada table kegiatan dibawah ini.
    Jenis kegiatan Waktu Tempat pelaksanaan Anggaran Dana
    Pengobatan Gratis Senin 15 Desember 2011 Gereja 10 Juta
    Pemberian Sumbangan Rabu 23 Januari 2012 BalaiDesa 10 Juta

    Pelatihan dibidang pertanian Jumat 22 April 2012 Lapangan masyarakat 12 Juta
    Membuka lapangan pekerjaan (Pembuatan VCO) Sabtu 11 November 2012 Balai Desa 20 Juta


    BAB V
    Penutup
    Demikian Proposal ini dibuat, untuk menjadikan gereja semakin bertumbuh dan berdampak dalam masyarakat dan supaya gereja Tuhan ditegakkan sesuai dengan perintahnya di bumi. Dan kami juga menghimbau segenap jemaat untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan, dengan mendukung baik dalam dana maupun pun tenaga. Sangat besar harapan kami untuk dapat ditindaklanjuti proposal ini. Teriring salam kami Tuhan Yesus memberkati.

    BalasHapus
  6. 1. Internal
    Jemaat kurang partisif dalam mengikuti ibadah dan kegiatan yang diselenggarakan di gereja.
    Hubungan antar majelis yang tidak baik.
    Gembala yang tidak mau diberikan masukan, bahkan tidak mau mengakhiri masa jabatannya yang sebenarnya sudah berakhir.
    Jemaat ke gereja hanya sebagai rutinitas.
    Jadwal pelayanan yang dibuat secara amburadul, tidak sesuai dengan kondisi&situasi yang ada.
    Eksternal
    Konflik antar suku yang kemudian melibatkan keberadaan gereja.
    Pemerintah yang biasanya hanya berpihak pada agama yang satu (pilih kasih).
    Adanya ancaman dari luar yang diterima oleh gereja.
    2. Pertama, Gereja harus terbuka dan tidak menutup diri akan adanya perkembangan zaman yang ada. Gereja perlu berbenah diri dan melihat keseluruhannya, apakah peran gereja cukup memuaskan atau justru mengecewakan. Dengan perkembangan yang ada, gereja diharapkan mampu menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Kedua, Gereja harus berani melangkah lebih jauh dalam mengembangkan pelayanannya(membuka diri bagi pelayanan yang kreatif). Sehingga jemaat tidak merasa kering dan bosan terhadap pelayanan yang seringkali monoton di gereja.
    3. Berani untuk keluar dan berbenah diri. Dan mau diubahkan. Berani mencoba hal yang baru.

    BalasHapus
  7. Latar belakang
    Setelah melihat situasi&kondisi gereja dimana saya bernaung, saya melihat adanya kesamaan problem antara gereja dan masyarakat dimana saya tinggal. Jika melihat keadaan masyarakat dimana saya tinggal, saya melihat kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat yang ada. Pada umumnya mereka bermatapencaharian petani, baik pria maupun wanita. Mata pencaharian sebagian besar jemaat gereja yang ada juga bertani, jadi masalah keterampilan ini tidak hanya dialami oleh masyarakat setempat, namun juga pada gereja. Saya berkeinginan untuk mengadakan suatu kegiatan yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan jemaat di gereja dan masyarakat. Kegiatan ini berupa pembelajaran keterampilan. Setelah adanya pembelajaran ini diharapkan jemaat dan masyarakat setempat tidak hanya bermatapencaharian sebagai petani, namun juga dapat memiliki mata pencaharian lain setelah mengikuti ketrampilan ini, khususnya bagi kaum wanita. Contoh kegiatannya: pelatihan menjahit, memasak, membuat kerajinan tangan, dll.
    Sasaran
    Kegiatan atau program ini ditujukan kepada jemaat dan masyarakat sekitar yang mau mengikutinya. Ini akan sangat baik, karena yang mengadakan adalah gereja, jadi disini gereja dapat menjadi wadah bagi pergumulan setiap orang (khusus:masyarakat&jemaat).
    Tujuan
    Program ini diadakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan masyarakat dan jemaat dengan menggunakan sumber daya yang ada, juga menambah penghasilan yang ada melalui pemberdayaan keterampilan tersebut.
    Jangka waktu
    Kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus-menerus atau dalam jangka waktu yang panjang. Setiap tahapan akan diberi evaluasi dalam kegiatan ini.
    Tempat pelaksanaan
    Kegiatan ini akan diadakan di dua tempat secara bergantian, di Gereja Isa Almasih Bumirejo dan balai desa , di desa Bumirejo Titang, Kec. Karangawen, Kab. Demak.
    Waktu pertemuan
    Kegiatan ini akan diadakan pada jam 14.00-17.30, 3 kali dalam satu minggu.
    Pelaksana
    Akan dipandu oleh orang-orang yang berkompeten dalam pengembangan keterampilan, yang akan dikelola oleh gereja. Minta partisipasi mahasiswa/i ABDIEL yang dapat mengajar keterampilan, missal jurusan PAK.


    Dana
    Masyarakat yang akan mengikuti kegiatan ini akan diminta partisipasi dalam bentuk hasil pertanian yang dimiliki, seperti beras, kedelai, atau hasil yang lainnya. Dana juga didapatkan dari partisipasi gereja sebagai penyelenggara.
    Penutup
    Demikian program ini akan dibuat, guna pengembangan keterampilan masyarakat sekitar dan jemaat yang ada.

    BalasHapus